Tampilkan postingan dengan label Kuliah Islam dan Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah Islam dan Sains. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Oktober 2012

0 INTEGRASI-INTERKONEKSI

Perpaduan antara islam dan Sains melahirkan sebuah konsepan baru. Ini merupakan alternatif dari teori yang sudah ada.
Tujuan Integrasi-Interkoneksi sendiri adalah memahami kehidupan manusia yang kompleks secara terpadu dan menyeluruh dengan harapan terwujudnya manusia yang mulia dimata Allah (Q.S.Al-Mujadilah : 11).Sehingga terjadi relasi juga terhadap ketiganya (Beriman, Berilmu dan Beramal Shalih).
Hubungan Ilmu dengan Iman dan Amal Shalih adalah
  1. Dengan Ilmu maka akan memperkuat Iman
  2. Dengan Ilmu maka akan mengoptimalkan Amal Shalih
Landasan Integrasi-Interkoneksi :
  1. Normatif-Teologis
  2. Filosofis
  3. Kultural
  4. Sosiologis
  5. Psikologis
  6. Historis
Normatif-Teologis, Cara memahami sesuatu dengan menggunakan ajaran yang diyakini berasal dari Tuhan dan kebenaran Normatif-Teologis bersifat mutlak.Mutlak sendiri dalam penerapanya terbagi menjadi dua yaitu :
  • Teks dan Tujuan Teks biasanya diterapkan oleh Muhammadiyah, PERSIS, Tarbiyah, MTA
  • Tujuan Teks biasanya diterapkan oleh NU
Landasan Normatif-Teologis sendiri berdasarkan Al-Qur'an dan Al-Sunnah tidak membedakan antara ilmu-ilmu agama (islam) dan ilmu-ilmu umum (sains-teknologi dan sosial-humaniora).Sehingga terjalin relasi diantara keduanya (Agama dan Sains).Seperti yang termaktub dalam surah Q.S.Al-Qashash/28 : 77.
Ilmu Umum Q.S.26:61, 10:5, 57:13, 66:8, 9:32, 2:17, 33:19, 36:66, 8:44, 9:92, 28:13.
Metode Pengembangan Ilmu Umum tertera pada Q.S.Al-Baqarah : 31 dan Q.S.Al-Maidah : 31.
Perintah untuk meneliti ada pada Q.S.Yunus : 101 dan Q.S.Al-Ghaasyiyah : 17-20.
Filosofis, Mempertemukan Ilmu Agama dan Ilmu Sains untuk memahami kompleksitas kehidupan manusia.
Kultural, Dalam pendidikan tidak boleh mengabaikan budaya (potensi) lokal.Jika hal ini diabaikan maka akan berakibat munculnya proses Elitisme Ilmu sehingga Ilmu kurang berfungsi dalam kehidupan nyata.
Sosiologis, Mencoba menciptakan generasi yang mampu menyelesaikan problem dalam masyarakat.
Psikologis, Dengan pembacaan secara parsial maka akan mengakibatkan perpecahan kepribadian sedangkan pembacaan secara terpadu dan menyeluruh maka akan memperkuat kepribadian.
Historis, Ilmu Agama dan Umum saling bersinergi sehingga akan terjadi tahap kompak/bersinergi -> sejahtera -> lestari
  • Pada abad pertengahan Perkembangan Ilmu Pengetahuan didominasi oleh Ilmu Agama, Ilmu Agama menekan Ilmu Umum.
  • Abad Modern Tekanan Ilmu Agama mulai berkurang bahkan tidak ada sehingga Ilmu Umum berkembang pesat tetapi berimbas pada pengabaian norma agama dan etika kemanusiaan.
Ranah Integrasi-Interkoneksi
  1. Ranah Materi (Ontologi) : Muatan dasar dari setiap disiplin Ilmu
  2. Ranah Metodologi (Epistimologi) : Metode pengembangan keilmuan dari setiap disiplin Ilmu
  3. Ranah Filosofi (Aksiologi) : Nilai Fundamental dari setiap disiplin Ilmu

Model Integrasi-Interkoneksi
  1. Informatif, Suatu disiplin Ilmu yang memberikan Informasi kepada disiplin Ilmu lain, contohnya : Ilmu Islam (Al-qur’an) memberikan informasi kepada ilmu sains dan teknologi bahwa matahari memancarkan cahaya sedangkan bulan memantulkan cahaya (Q.S. Yunus: 5)
  2. Konfirmatif (Klarikatif), Suatu disiplin Ilmu yang memberikan penegasan terhadap disiplin Ilmu lain, contoh : Informasi tentang tempat-tempat (manaazil) bulan dalam Q.S. Yunus: 5, dipertegas oleh ilmu sains dan teknologi (orbit bulan mengelilingi matahari berbentuk elips)
  3. Korektif, Suatu disiplin ilmu yang mengoreksi disiplin Ilmu lain, contoh : Teori Darwin yang mengatakan bahwa manusia dan kera berasal dari satu induk, dikoreksi oleh Al-qur’an
Alternatif Model Integrasi-Interkoneksi
  1. Paralelisasi : menyamakan konotasi dari ilmu-ilmu yang berbeda
  2. Similarisasi : menyamakan teori-teori dari ilmu-ilmu
  3. Komplementasi : Saling mengisi dan saling memperkuat
  4. Komparasi : membandingkan konsep teori diantara ilmu-ilmu
  5. Induktifikasi : mendukung teori ilmu dengan instrumen dari ilmu lain
  6. Verifikasi : menunjang dengan penelitian ilmiah ilmu satu dengan ilmu yang lain

0 Perpaduan antara Islam dan Sains



Dalam memadukan antara islam dan sains ada beberapa pandangan dari intelek tentang  pendekatan perpaduan Islam dan Sains diantaranya adalah :
Sayyed hossein nasr, ziauddin sardar dan maurice bucaile mereka beranggapan bahwa dalam memadukan Islam dan Sains yang di perlukan adalah etika islam untuk mengawal sains dan perlunya landasan epistemologi Islam untuk suatu sistem sains(“sains islam”),
Penafsiran ( sentuhan ) islami yang di kenal tokonya adalah mehdi ghulsani, bruno guiderdoni gagasan mereka adalah tidak perlu membangun “sains islam” tetapi cukup memberikan penafsiran (sentuhan) islami terhadap sains yang ada saat ini.
Perpaduan islam dan sains dengan cara pendekatan Islamisasi Ilmu” tokoh-tokohnya adalah Naquib Al-Attas, Ismail Raji’  Al-Faruqi dan Harun Yahya dengan gagasan mereka adalah hendaknya ada hubungan timbal-balik antara aspek realitas (sains/iptek) dan aspek kewahyuan (islam).
Pendekatan Islamisai penuntut Ilmu oleh Fazlur Rahman dengan gagasannya yakni Yang harus mengaitkan dirinya dengan nilai-nilai islam adalah pencari ilmu bukan ilmunya.
Pendekatan ilmuisasi islam oleh Prof. Dr. Kuntowijoyo (Alm) dengan gagasanya Perumusan teori ilmu pengetahuan yang didasarkan kepada Al-Quran (menjadikan al-Quran sebagai suatu paradigma.
                Di atas adalah beberapa padangan dari berbagai orang yang mau mencurahkan pemikirannya tentang integrasi antara islam dan sains, mari kita melihat contoh kecil yakni perpaduan islam dan sains yang ada di indonesia. Indonesia merupakan negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia. Jumlah yang begitu besar menjadikan sebuah keunggulan sekaligus masalah, ketika umat islam tidak mampu mempraktekkan nilai-nilai keislaman, dan tidak mampu menunjukkan kualitasnya sebagai seorang muslim untuk mewujudkan kemakmuaran yang sesuai dengan tujuan penciptaan agar menjadi khalifah utusan Allah di bumi ini. Kenyataan sekarang yang terjadi adalah umat islam belum banyak berperan dalam menyelesaikan problem umat maupun bangsa.
                Dengan jumlah yang besar  umat islam harusnya dapat memberikan konstribusi yang besar linier sebanding dengan jumlahnya. Akan tetapi, dengan kuantitas yang besar, ternyata belum sebanding dengan kualitasnya. Jadi sebenarnya, ada yang salah dengan sistem pendidikan yang dimiliki dan dipraktekkan oleh umat islam saat ini salah satunya indonesia.
Sejarah telah mencatat, pada awal abad VIII umat islam telah menorehkan tinta emas kemajuan iptek jauh sebelum terjadinya revolusi Industri yang diagung-agungkan bangsa Eropa. Saat itu, ilmuwan-ilmuwan islam dapat meletakkan dasar kemajuan iptek yang tentu saja atas dasar agama.
Ilmuwan yang memperpadukan antara islam dan sains adalah seperti Abu Bakr Muhammad bin Zakariya ar-Razi (Razes [864-930 M]) yang dikenal sebagai ‘dokter Muslim terbesar’, atau pakar kedokteran Abu Ali Al-Hussain Ibn Abdallah Ibn Sina (Avicenna [981-1037 M]) yang hasil pemikirannya The Canon of Medicine (Al-Qanun fi At Tibb) menjadi rujukan utama ilmu kedokteran di eropa. Al Kawarijmi Jabir Ibnu Hayyan yang meninggal tahun 803 M disebut-sebut sebagai Bapak Kimia. Algoritma yang kita kenal dalam pelajaran matematik itu berasal dari nama seorang ahli matematik Muslim bernama Muhammad bin Musa Al-Khwarizmi (770-840 M).
Ilmuwan islam telah diakui menjadi ”jembatan” yang menghubungkan Pra-revolusi dengan kemajuan eropa melalui revolusi industri yang sempat diklaim merubah dunia.
Dan selain ilmuwan-ilmuwan yang bekerja keras, ditambah pemerintahan yang mendukung dengan rela menyewa penerjemah-penerjemah untuk menenjemahkan warisan-warisan ilmuan kuno Yunani. Sehingga nampak bahwa islam tidak hanya berorientasi pada agama, tetapi juga turut mengembangkan iptek yang sebelumnya dianggap berorientasi pada dunia.
 ­
Sumber :
 - materi kuliah islam dan sains semester 5

Senin, 01 Oktober 2012

0 Download Materi Kuliah Islam dan Sains

0 MODEL INTEGRASI-INTERKONEKSI

MODEL INTEGRASI-INTERKONEKSI
Tiga Model Integrasi-Interkoneksi

0 Ranah Integrasi-Interkoneksi

Ranah Integrasi-Interkoneksi
Tiga Ranah Integrasi-Interkoneksi

0 Landasan Integrasi-Interkoneksi


Landasan Integrasi-Interkoneksi
Pengertian Landasan Normatif-Teologis

0 Pengertian Integrasi-Interkoneksi


Pengertian Integrasi-Interkoneksi

0 Latar Belakang Integrasi-Interkoneksi

Latar Belakang Integrasi-Interkoneksi
Latar Belakang Integrasi-Interkoneksi
Latar Belakang Integrasi-Interkoneksi
Pendidikan Terpadu
Integrasi-Interkoneksi

0 Strategi Pengembangan Sains-Teknologi di Dunia Islam Masa Kini dan Mendatang

Strategi Pengembangan Sains-Teknologi di Dunia Islam Masa Kini dan Mendatang

Paradigma baru tentang sains-teknologi
Paradigma baru tentang sains-teknologi
Ontologi Sains-Teknologi
Epistemologi Sains-Teknologi
BAYANI
BURHANI
IRFANI
Aksiologi Sains-Teknologi
Kebijakan pemerintah yang pro pengembangan sains-teknologi

0 Pandangan Al-Qur’an terhadap Sains

Pandangan Al-Qur’an terhadap Sains

Seluruh pengetahuan, termasuk pengetahuan kealaman (sains), terdapat dalam al-Qur’an
Pendapat ini didukung antara lain oleh al-Ghazali, al-Suyuti, dan Maurice Bucaile.


Al-Qur’an hanya sebagai petunjuk untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.
Pendapat ini didukung antara lain oleh Ibnu Sina, al-Biruni, dan al-Haitam.

0 HUBUNGAN SAINS DAN ISLAM

Menurut sejarah, Islam merupakan pelopor berkembanganya Sains di dunia baik itu pelopor research tentang alam dan pelopor experimental science.Dalam islam sendiri pengembangan Sains telah diperintahkan oleh Allah dalam Q.S.Al-'alaq : 1-5, Q.S.Ali-Imran : 190-191 dan Q.S.Al-Jatsiyah : 13.Hal ini juga dijelaskan dalam Q.S.Al-Mujaadilah : 11 tentang keutamaan Ilmu yang intinya Allah akan meninggikan derajat orang yang beriman, berilmu dan beramal shalih.
Adapun faktor pendorong kemajuan Sains dalam Peradaban Islam antara lain :
  1. Universalisme (Ukuwah Islamiyah)
  2. Toleransi (Menerima Ilmu dan Mau berbagi Ilmu)
  3. Karakter Pasar Internasional (Luasnya Jaringan Perdagangan daerah kekuasaan)
  4. Penghargaan terhadap Sains dan Saintis
  5. Kesesuaian antara tujuan dan alat / cara (Sains dan nilai (etika atau moral) harus berjalan bersamaan)
Adapun faktor pendorong kemunduran Sains dalam Peradaban Islam antara lain :
  1. Konflik Sains dan Islam
  2. Kesalah pahaman kata-kata Iman Ghazali untuk meghidupkan ilmu Agama,dianggap sebagai larangan mempelajari ilmu Sains
Pandangan Al-Qur'an terhadap Sains :
  1. Seluruh pengetahuan, termasuk pengetahuan kealaman (sains), terdapat dalam al-Qur’an. (Pendapat ini didukung antara lain oleh al-Ghazali, al-Suyuti, dan Maurice Bucaile)
  2. Al-Qur’an hanya sebagai petunjuk untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. (Pendapat ini didukung antara lain oleh Ibnu Sina, al-Biruni, dan al-Haitam)


KEMAJUAN SAINS DALAM PERADABAN ISLAM
Mengapa Ummat Islam jadi Pelopor Sains?
KEMAJUAN SAINS DALAM PERADABAN ISLAM
KEMAJUAN SAINS DALAM PERADABAN ISLAM

0 Tipologi Hubungan Sains dan Agama

Isu hubungan agama dan sains :

  • Sebagian kalangan mencoba mencari hubungan agama dan sains.
  • Sebagian lagi beranggapan bahwa agama dan sains tidak akan pernah bisa dipertemukan.

0 HISTORISITAS/SEJARAH HUBUNGAN AGAMA DAN SAINS: Sebuah Pengantar

Pola Konflik Agama dan Sains
Pola Konflik Agama dan Sains
KONFLIK ANTARA AGAMA DAN SAINS (Masa Galileo / Abad ke-15 M)
Galileo Tidak Bermaksud Menentang Paham Gereja
Galileo hanya bermaksud mentransfoermasikan sains  agar lebih bermanfaat bagi kehidupan.
Transformasi Sains

0 Silabus Kuliah Islam dan Sains

Historisitas/Sejarah Hubungan Agama dan Sains: Sebuah Pengantar. (I-II)
Tipologi Hubungan Agama dan Sains. (II-III)
Historisitas/Sejarah Hubungan Islam dan Sains dalam peradaban Islam. (IV-V)
Strategi Pengembangan Sains yang Ideal. (V-VI)
Keilmuan Integratif-Interkonektif: Paradigma Keterpaduan Islam dan Sains UIN Sunan Kalijaga. (VI-VII)
Presentasi karya ilmiah (makalah). (VIII-XIV)
 

Inspirasi Islami Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates